background-sar-it



Connecting

Your Business

SAR IT merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dalam pemasangan topologi jaringan internet / CCTV, pembuatan web, video organizer, maupun jual beli perangkat komputer.



Cara Membangun Server


Cara Membangun Server

Apa itu server?

Server atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut peladen merupakan suatu sistem komputer yang memiliki layanan khusus berupa penyimpanan data. Data yang disimpan melalui server berupa informasi dan beragam jenis dokumen yang kompleks. Layanan tersebut ditujukan khusus untuk client yang berkebutuhan dalam menyediakan informasi untuk pengguna atau pengunjungnya.

 

Baca Juga :

 

Dan bagimana sih cara membangun server ,berikut tutorial pembahasannya

1. Membuat Prosedur (Work Planning)

Buat prosedur standar penanganan masalah pada hardware, software, jaringan, simcard, operator atau modem Anda berdasarkan manual hardware/software/jaringan/operator yang Anda miliki. Buat pula prosedur standar penanganan komplain. Bedakan masalah pulsa tidak masuk karena gangguan dengan masalah karena sistem. Kecil kemungkinan seluruh komponen sistem: hardware, software, jaringan, simcard, operator atau modem anda bermasalah pada saat bersamaan. Kemungkinan itu memiliki istilah: Anda bernasib buruk.

Jangan lupa, informasi kontak yang harus dihubungi jika terjadi problem, supaya Anda atau staff tidak salah sambung. Kalau problem pulsa tidak masuk, kontak pihak Customer Service milik operator atau penyedia host-to-host, bukan ke software developer.

2. Menyusun Denah Sistem (Network Planning)

Buatlah skema yang menggambarkan layout jaringan (LAN), layout perkabelan (wiring), dengan informasi spek untuk masing-masing komputer. Anda bisa menggunakan software Microsoft Visio untuk membuat denah dengan mudah. Kalau Anda tidak terbiasa dengan Microsoft Visio, cukup membuat gambarnya dengan pensil. Pasang di whiteboard atau papan pengumuman di ruangan Anda. Jika Anda punya denah dengan Microsoft Visio, Anda bisa mengirimkan denah jaringan dan perkabelan jika teknisi atau staff support membutuhkan informasi tersebut.

Buat skema yang menggambarkan kondisi jaringan Anda. Buat alokasi IP sendiri, blok IP mana untuk server, blok IP mana untuk router, blok IP mana untuk PC lain, blok IP mana untuk laptop, dll. Jangan gunakan DHCP atau ip dinamik untuk server dan komputer-komputer yang bekerja melayani transaksi. Gunakan blok IP DHCP untuk komputer lain misalnya laptop yang jarang menggunakan kabel karena terkoneksi dengan WI-FI.

3. Gunakan Ruangan Khusus

Pisahkan server dari ruangan customer service, helpdesk, atau frontdesk. Letakkan di tempat yang tidak akan dijangkau oleh si kecil. Jika ruangan Anda kecil, gunakan rak yang bisa menghemat space dan jarak antara masing – masing hardwere minimal 2 lubang baut agar tidak saling menempal.

Jangan sekali-kali meletakkan server di frontdesk hanya untuk pamer kepada customer Anda. Server dan sistem Anda tidak membutuhkan pujian dari customer Anda, tapi membutuhkan pengelolaan yang benar dan baik.

 

4. Supply Listrik yang Tepat (Power Planning)

Jangan sekali-kali menganggap sepele sistem supply listrik. Pelanggaran prosedur ini adalah resiko kebakaran dan rusaknya komponen catu daya (power supply) pada sistem Anda.

Hitung konsumsi daya maksimum untuk masing-masing perangkat listrik, komputer, monitor CRT, monitor LCD, modem GSM, charger handphone, speaker sound system, dan lain-lain. Gunakan power outlet yang sesuai untuk konsumsi daya tersebut. Jangan gunakan power outlet 5A untuk kebutuhan daya 2000 watt.

Power outlet tembaga memiliki konduktifitas paling baik namun cepat panas dan jika case plastiknya jelek akan cepat meleleh. Pakai bahan kuningan lebih baik. Jika Anda bingung, cari saja merek Broco (luar) atau Uticon (lokal). Agak mahal sedikit, tapi jauh lebih kuat.

Mini Circuit Breaker (MCB)

Sebelum membuka jalur supply listrik khusus server dan perangkat lainnya, pasang MCB antara ruangan server dengan kantor. Jika terjadi sesuatu dan menyebabkan lonjakan daya, listrik di kantor Anda tidak akan drop. Siapa tahu, tengah malam pegawai baru Anda menyalakan heater untuk bikin kopi, kabelnya dicolok ke power outlet di ruangan Anda dan bikin lonjakan daya yang cukup tinggi. Kalau seluruh kantor padam, jangan kaget besok Anda ditegur pengelola gedung.

5. Sistem Perkabelan yang Benar (Wiring)

Untuk Sistem pengkabelann kabel yang digunakan adalah UTP untuk kabelnya sedangkan untuk system pengkabelnnya kita menggunakan system pengkabelan crossover dan straight, dalam proses pembangunan server kabel sangat di butuhkan untuk menghubungkan server dengan clientnya sehingga kita membutuhkan lebih banyak kabel untuk persiapan jika kabelnya kurang.

 

 

6. Pemasangan server

Pemasangan server, dalam bagian ini yang pertama dipasang  di urutan paling atas pada rak server adalah Router, pasangkan router pada bagian atas kemuadian di bawahnya di pasang Net Lab dan untuk  pemasangan tersebut kasih jarak antara Router dengan Net lab agar tidak terlalu dempet atau dekat terus yang terakhir kita pasangkan Switch dan pemasangan switch pun sama seperti pemasangan Router dengan Net Lab jangan terlalu dekat.

Setelah semuanya terpasang bagian selanjutnya kita pasangkan kabel dari mulai kabel power sampai pengkabelan yang kita bikin yaitu kabel straight dan crossover, hubungkan kabel Straight dari Switch ke Net lab untuk membagi jaringan dan dari Net lab ke Switch sambungkan menggunakan system pengkabelan straight untuk menghubungkan ke beberapa computer sehingga bias mengakses data dari server.

7. Selalu Gunakan Limited User

Buatlah user baru dengan group Users (Limited user di Windows XP) dan lakukan pekerjaan sehari-hari menggunakan user tersebut. Gunakan user Administrator untuk keperluan maintenance saja misalnya: install/uninstall software, install/uninstall driver, backup, dll. Repot sedikit tidak apa-apa, hanya makan waktu beberapa detik saja. Ketimbang beresiko sering install ulang Windows yang makan waktu > 45 menit karena kesalahan sepele?

8. Install dan Update Antivirus dan Firewall

Antivirus dan Firewall apa saja cukup baik kalau sering diupdate. Pasang di semua komputer di jaringan Anda. Mungkin Anda sudah hati-hati dalam memindah-mindahkan file. Orang lain bagaimana? Komputer atau laptop orang lain bagaimana? USB flashdisk orang lain bagaimana?

 

9. Lakukan Maintenance Berkala (Scheduled Maintenance)

Untuk maintenance yang tidak membutuhkan reboot server bisa dilakukan kapan saja antara lain: update Windows Server 2003, membersihkan folder temporary dan cache, defragmentasi harddisk, atau incremental database backup. Untuk maintenance yang membutuhkan reboot server sebaiknya dijadwalkan beberapa hari sebelumnya misalnya: update service pack, optimasi registry, dll. Untuk full database backup bisa dilakukan pada malam hari karena tidak membutuhkan downtime yang lama.

10. Pekerjakan Tenaga Administrator

Jika Anda tidak memiliki keahlian yang cukup, Anda bisa mempekerjakan tenaga Administrator yang melek administrasi sistem. Sebetulnya tidak perlu orang yang sangat ahli atau pintar segala bidang, yang penting bisa tahu di mana letak masalahnya, bisa mengkomunikasikannya dan bersedia bekerja sama. Mampu menggunakan browser, mengirim email atau chat sudah mutlak. Jangan salah, sering ditemukan lulusan S1 Teknik Informatika yang tidak bisa menggunakan browser. Tapi lulusan SMU atau SMK malah lebih menguasai bidang tersebut.

Nah, Anda tentu menemukan banyak hal sepele yang sering diabaikan dalam mengelola server sendiri. Bisa jadi karena Anda sibuk dengan masalah stok dan penjualan sehingga sistem terlantar.

Sistem komputer bukan cuma soal CPU, RAM, harddisk, jaringan, software. Tapi juga soal perkabelan, supply listrik, dan jangan lupa manusianya (brainware). Lebih dari 80 persen kerusakan adalah akibat kecerobohan manusianya (human error), sisanya terjadi pada perangkat hardware dan software.